top of page

Ketahui Hubungan Arus-Tegangan Perangkat PV dengan Solar Simulator

Apakah Anda hendak melakukan distribusi spektral dengan hasil menyerupai cahaya sebagai media evaluasi perangkat PV. Jika demikian, Anda membutuhkan sebuat perangkat bernama solar simulator.


Alat ini bermanfaat sebagai pemberi informasi hubungan arus-tegangan. Lalu, bagaimana cara kerja Solar Simulator serta manfaatnya. Simak pembahasan berikut ini sampai selesai.


Apa itu Solar Simulator?

Berdasarkan IEC 60904-9, solar simulator adalah peralatan yang memakai sumber cahaya dengan distribusi spektral yang menyerupai matahari asli untuk mengevaluasi karakteristik perangkat PV. Sederhananya, solar simulator adalah perangkat yang menawarkan tingkat intensitas dan komposisi spektral yang mendekati sinar cahaya alami.


Jenis solar simulator digunakan untuk mengetahui hubungan arus-tegangan pada perangkat PV. Sistem ini berfungsi sebagai lampu tunggal pada perangkat fotovoltaik yang ditempatkan pada area uji atau sebagai sistem multi lambu berdasarkan superposisi kerucut cahaya.


Prinsip Fisika/Kerja Solar Simulator

Solar simulator umumnya digunakan untuk menentukan nilai karakteristik Arus-tegangan pada perangkat PV. Salah satunya dapat Anda temukan pada single lamp system dengan perangkat Photovoltaik.


Lampu solar simulator beroperasi di ruangan gelap dengan jarak beberapa meter antara sumber cahaya dan perangkat fotovoltaik. Redaman pantulan internal dari dinding dapat diredam menggunakan sekat.


Dalam ruangan tertutup, simulator surya beroperasi dalam jarak kurang dari satu meter. tersedia diffuser dan reflektor untuk mencapai radiasi spasial pada ragam tertentu. Kondisi tersebut juga berlaku bagi solar simulator dengan lampu tunggal, multi lampu, maupun LED.


Fitur dan Kelebihan Solar Simulator

Kelebihan solar simulator adalah mampu mensimulasikan radiasi dan spektrum matahari. Terdapat tiga komponen utama, yaitu:

  1. Sumber cahaya dan sumber catu daya

  2. Optik dan filter yang diperlukan untuk memodifikasi berkas keluaran untuk memenuhi klasifikasi

  3. Sistem kendali untuk mengoperasikan simulator

Aplikasi dari Solar Simulator

Pengaplikasian solar simulator mampu diterapkan dalam berbagai bidang mulai dari energi terbarukan, bioteknologi, sampai dengan teknik.


1. Manufaktur

Produsen sel surya memakai solar simulator untuk menguji efisiensi sel surya pada intensitas cahaya dan suhu yang berbeda. Hal ini membantu memastikan sel surya telah memiliki kualitas standar yang dibutuhkan serta berfungsi dengan baik sebelum dipasarkan kepada konsumen.


2. Penelitian

Peneliti memakai simulator surya untuk mengembangkan teknologi dan material panel surya. Seperti memakai solar simulator sebagai alat uji kinerja desain sel surya baru untuk menguji efektivitas lapisan anti-pantul.


Solar simulator dapat memakai menguji efisiensi pemanas air tenaga surya dalam berbagai kondisi. Anda dapat menguji dengan variasi sudut elevasi maupun suhu air.


3. Pendidikan

Instansi pendidikan perguruan tinggi dapat mengajarkan mata kuliah energi surya kepada mahasiswa dengan memanfaatkan solar simulator. Anda dapat menggunakannya sebagai alat pengujian, praktikum, mau pun pendukung riset akademik.


Mengingat sinar matahari menjadi satu solusi dari energi terbarukan, membuat kebutuhan solar simulator menjadi penting sebagai alat uji kinerja panel surya.


Cara Menggunakan Solar Simulator

Agar dapat menggunakan solar simulator, terdapat langkah berikut ini sebagai panduan untuk Anda.


Pertama, lemparkan solar simulator di permukaan yang rata. Setelah itu, sambungkan ke stopkontak.


Selanjutnya adalah menempatkan sampel uji di tengah sinar. Kemudian, atur intensitas pencahayaan. Sesuaikan dengan sistem kendali yang tersedia.


Langkah berikutnya ialah menyalakan solar simulator da ukur parameter yang diinginkan. Seringkali pengukuran dilakukan untuk mengetahui karakteristik arus-tegangan, output daya, sampai dengan efisiensi. Setelah selesai menggunakan, langsung matikan solar simulator.


1. Menentukan Kualitas Pengukuran Radiasi Spektral

Berdasarkan instruksi IEC 60904-98, terdapat fitur yang dapat menentukan kualitas pengukuran radiasi spektral. Berikut adalah indikator yang mendukung hal tersebut.


a. Resolusi Panjang Gelombang

Resolusi panjang gelombang spektro radiometer harus berada pada konstanta 5 nm, atau lebih dalam rentang tampak (300 nm hingga 900 nm). Dan 10 nm dalam rentang inframerah dekat (900 nm hingga 1200 nm).


b. Elemen Sensor Non-Linier:

Umumnya, spectroradiometer dikalibrasi dengan lampu kalibrasi tungsten pada tingkat radiasi rendah. Namun, intensitas spektral solar simulator mungkin sangat berbeda dari kondisi kalibrasi. Cahaya liar atau efek panjang gelombang orde dua.


Respon Sudut Optik Masukan

Parameter ini mempunyai dampak besar dengan adanya cahaya yang menyebar.


Banyak sekali teknik pengukuran yang tersedia. Namun, teknik spectroradiometer CCD adalah yang paling umum karena ukurannya yang kompak dan performa spektral yang sangat baik.


Pengukuran radiasi spektral dengan spectroradiometer CCD umumnya memerlukan penggunaan dua instrumen untuk mencakup rentang panjang gelombang yang relevan (misalnya dengan detektor Si dan InGaAs). CCD Si biasanya mencakup 300-1100nm, dan CCD InGaAs dapat menjangkau 900-1700nm. Kombinasi kedua instrumen ini, dan optik koreksi kosinus yang tepat, distribusi spektral simulator surya dapat diukur dengan tepat.


Dapatkan Solar Simulator Berkualitas di AMI Scientific!

Solar simulator adalah peralatan yang memakai sumber cahaya dengan distribusi spektral yang menyerupai matahari asli untuk mengevaluasi karakteristik perangkat PV. Fungsinya untuk mengidentifikasi hubungan arus-tegangan.


Hubungi amiscientific untuk mendiskusikan solar simulator sesuai kebutuhan Anda dengan mengklik tautan ini!


13 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page