top of page

Jas Laboratorium - Model, Bahan, dan Cara Memilihnya

Bekerja di laboratorium membutuhkan perlengkapan dan pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Salah satu aturan yang harus ditaati adalah memakai APD demi menjaga keamanan dan kenyamanan. 


Tahukah Anda kalau jas laboratorium merupakan bagian dari APD. Pakaian ini berfungsi sebagai pelindung diri jika terkena senyawa kimia. Jas yang digunakan pun tidak sembarangan, harus sesuai dengan ketentuan keamanan standar industri. 


Pada pembahasan ini, AMI Scientific membahas bagaimana peran jas laboratorium untuk pekerjaan serta pertimbangannya untuk keamanan Anda. 


Apa Itu Jas Laboratorium?

Jas laboratorium merupakan bagian dari alat pelindung diri (APD) ketika berada di laboratorium, Warna putih pada jas adalah simbol harapan yang pertama kali dipopulerkan pada abad ke-19. 


Pemilihan warna putih pada jas laboratorium bukan datang tanpa alasan. Ada beberapa pertimbangan yang menentukan warna tersebut.


Pertama, kain putih terblang murah pada masa itu apabila dibandingkan dengan warna lainnya yang lebih mahal. Kedua, warna putih memudahkan mendeteksi noda dari bahan kimia. Ketika, warna putih dapat bertahan lebih baik jika sering dicuci dan diputihkan secara tepat.


Jas lab dirancang berdasarkan jenis bahaya yang dapat terjadi ketika bekerja di laboratorium. Apabila pekerjaan Anda berurusan dengan pelat panas, maka jas yang dikenakan harus tahan api. 


Lengan panjang pada jas berguna sebagai pelindung area pergelangan tangan. Untuk area jari, Anda dapat memakai sarung tangan khusus. 


Model Jas Laboratorium

Ilmuwan dan tenaga laboratorium memiliki berbagai model jas lab sesuai dengan fungsinya, yaitu:

a. Jas Tahan Api

Jas yang terbuat dari material tahan api. Cocok untuk dipakai di laboratorium yang berkaitan dengan panas seperti tanur, oven, maupun senyawa kimia mudah terbakar.


b. Jas Katun

Jas lab ini umumnya ada di lab-lab umum dengan intensitas bahaya yang rendah. Jenis jas laboratorium ini banyak digunakan di lab sekolah untuk kegiatan belajar.


c. Jas Sintetis

Jas ini memiliki bahan polyester atau campuran yang menggabungkan dua atau lebih sifat mekanik. Pemakaian jas ini cocok untuk pekerjaan dengan kebutuhan tahan panas namun ringan.


Bahan Jas Laboratorium

Pembuatan jas laboratorium dapat memakai bahan tertentu selama memenuhi syarat seperti nyaman dipakai, aman, dan tidak mengganggu pekerjaan seorang laboran.


Berikut bahan yang sering dipakai untuk membuat jas laboratorium. 


a. Drill

Kain drill memiliki tekstur diagonal dengan serat lebih tebal. Ciri lain dari kain ini adalah memiliki pintalan kuat, tekstur bergaris-garis diagonal dan lembut. 


Bahan ini cocok untuk jas laboran para profesional karena tahan lama dan awet. Tahan panas maupun dingin serta warnanya tidak mudah luntur. 


b. Katun

Kain katun terdiri dari serat kaas. Kain ini mudah menyerap keringat, tidak mudah kusut, berbulu, dan dingin ketika dikenakan. 


c. Tropical

Bahan tropical memiliki keunggulan seperti lembut dan banyak varian warnanya. Harganya di pasaran pun terbilang terjangkau.


d. Castilo

Kain jenis castillo dibuat dari bahan katun dan polyester. Hanya saja, komposisi bahan katun untuk membuat jas laboratorium castilo drill lebih dominan yang membuatnya lebih nyaman dikenakan.


e. Kanvas

Kanvas umumnya terbuat dari bahan katun atau linen. Selain nyaman digunakan, kanvas memiliki kemampuan dalam hal kekuatan seperti bahan denom. 


f. Polyester

Polyester adalah kata lain dari tekstil yang memiliki hasil dari serat polyester. Kain ini terdiri dari susunan senyawa kimia seperti ethylene glycol, dan asam tereftalat yang dipadukan oleh polyethylene terephthalate (PET).


g. Oxford

Kain Oxford terbuat dari katun dengan campuran tetoron. Kain ini terdiri dari penyilangan dua benang hingga membentuk tekstur titik. Jenis kain ini enak digunakan, kuat, dan tidak panas. 


Mengapa perlu Memakai Jas Laboratorium di Lingkungan Laboratorium?

Jas lab harus digunakan ketika sedang bekerja di dalam laboratorium. Hal ini tak lepas dari resiko terkena paparan atau siraman senyawa kimia yang dapat membahayakan kulit.


Berikut ini ialah alasan memakai jas laboratorium.

  • Melindungi kulit dan pakaian dari kontak senyawa kimia yang tidak disengaja

  • Mencegah penyebaran kontaminasi ke luar laboratorium

  • Pelindung pelapis yang dapat dilepas jika terjadi hal yang berbahaya seperti terkena zat asam


Ciri-Ciri Jas Laboratroium yang sudah Tidak Layak Pakai 

Persyaratan jas laboratorium yang tidak layak pakai

  • Bahan jas laboratorium tidak layak pakai atau tidak nyaman untuk digunakan

  • Area torso tidak terlindungi sepenuhnya seperti lengan jas yang tidak panjang, bagian paha tidak terlindungi.

  • Ukuran jas tidak sesuai. Biasanya ukuran jas laboratorium dibuat sesuai dengan ukuran penggunanya

  • Jas sudah rusak karena terkena senyawa kimia atau terbakar 

  • Penutup jepret di bagian depan sulit dilepas

  • Bahan jas tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan atau laboratorium


Kalau sudah menemukan ciri-ciri ini, maka pertimbangkan untuk membeli jas laboratorium yang baru.


Sebelum Membeli Jas Laboratorium, Apa yang harus Diperhatikan?

Langkah awal sebelum memilih jas adalah menentukan jenis bahaya yang akan terjadi di laboratorium Anda. Oleh karena itu, beberapa daftar pertanyaan ini dapat menjadi bahan petimbangan.

  • Apakah laboratorium Anda terutama menangani bahan kimia, biologi, radioisotop, atau bahan yang bahaya?

  • Apakah laboratorium Anda terlibat dalam penangan hewan?

  • Apakah ada bahan mudah terbakar yang digunakan dalam suatu proses atau percobaan?

  • Apakah ada bahan yang reaktif terhadap air atau bahan piroforik yang digunakan dalam kotak sarung tangan yang tepat dan bukan dalam lemari asam (di udara terbuka)?

  • Apakah ada nyala api terbuka atau proses panas dengan bahan mudah terbakar dalam jumlah besar?

  • Bagaimana bahan kimia berbahaya digunakan dan apa saja langkah-langkah proseduralnya? 

  • Apakah ada risiko tumpahan, percikan, atau percikan yang signifikan selama bekerja?

  • Berapa tingkat toksisitas bahan kimia yang digunakan dan potensi penyebaran kontaminasi yang tidak disengaja?


Tersedia Jas Laboratorium Berkualitas di Ami Scientific!

Jas laboratorium merupakan APD yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Ketika bekerja dengan senyawa kimia, perlindungan diri harus tersedia sebelum memulai aktivitas.


AMI Scientific menyediakan jas laboratorium untuk melindungi Anda dari serangan senyawa kimia berbahaya. Hubungi kami melalui sambungan WhatsApp untuk pemesanan di tautan ini!


7 tampilan0 komentar

コメント


bottom of page