top of page

Panduan Untuk Menangani (Safety) Asam di Laboratorium

Dalam derajat keasaman, senyawa kimia dapat dikatakan asam apabila memiliki pH dibawah 7. Semakin kecil nilai pH, semakin tinggi tingkat keasamannya. Dalam pengujian laboratorium dapat dikatakan sebagai asam kuat dan asam lemah.


Cairan asam terbilang berbahaya bagi manusia karena dapat merusak tubuh mulai dari percepatan proses penuaan sampai dengan kematian. Oleh karena itu, sebelum melakukan pengujian senyawa asam, Anda harus memakai APD sesuai standar keamanan industri. Indonesia sendiri mengikuti prosedur SNI. 


Karakteristik Senyawa Asam

Senyawa asam terbagi dalam dua jenis yaitu asam kuat dan asam lemah. Terdapat perbedaan antara keduannya.


Asam kuat memiliki nilai disosiasi yang lebih tinggi, sedangkan asam leman nilai disosiasinya lebih rendah. Nilai disosiasi dapat ditentukan dari nilai Ka yang menggambarkan kekuatan asam. 


a. Asam Klorida

Asam klorida atau HCl adalah jenis asam kuat yang banyak dipakai dalam proses pemurnian logam, electroplating sampai penghilang kerak pada boiler. Selain itu, asam klorida dapat menjadi katalis dan bahan baku pewarna. 


Asam klorida dibuat dengan melarutkan air dengan hidrogen klorida. Molekul air mengambil atom hidrogen dalam HCl dan menariknya menjauh dari atom klor ketika gas hidrogen klorida masuk ke dalam air. Apabila melalui proses pelarutan, beginilah cara membuat asam klorida


HCl + H2O → H3O + Cl−

Ketika menyiapkan HCL 5M untuk laboratorium, Anda dapat menyesuaikan pH larutan. Untuk membuat HCl 5M, gunakan perbandingan pengenceran 5/12 = 0,416.


Artinya, Anda membutuhkan 0,416 bagian HCl berasam dan 0,584 bagian air untuk menghasilkan HCl 5M. Dengan kata lain, untuk menghasilkan 100 mL HCl 5M membutuhkan 42 mL HCl berasap dan 58 mL air.


b. Asam Nitrat

Asam nitrat memiliki rumus kimia HNO3. Asam agresif ini digunakan untuk membuat bom dan pupuk.

Dalam laboratorium, asam nitrat berguna sebagai pelarut sampel untuk ICP-MS. Asam nitrat memiliki berbagai klasifikasi sebagai berikut

  • Asam nitrat 70% digunakan untuk kegiatan laboratorium

  • Asam nitrat 90% digunakan untuk bahan pembuatan pupuk

  • Asam nitrat 98% digunakan untuk komponen bahan bakar roket


c. Aqua Regia

Aqua Regia adalah cairan asam yang dapat melarutkan logam mulia seperti emas dan platinum. Cairan ini merupakan campuran dari HCl berasap (37%0 dan asam nitrat pekat (70%). 

Cairan ini sangat berguna dalam hal berikut ini

  1. Membersihkan barang pecah belah yang terkontaminasi logam

  2. Membersihkan kontaminan kimia membandel

  3. Membersihkan wadah untuk analisis termogravimetri

  4. Membersihkan tabung NMR


Cara Menyimpan Zat Asam di Laboratorium

Zat asam memiliki reaksi yang dapat membahayakan manusia. Oleh karena itu, cara penyimpanannya perlu diperhatikan. 


Pertama-tama, simpan cairan asam menggunakan wadah khusus untuk bahan kimia. Hal di diperuntukan agar tidak terjadi kontaminasi silang. Jangan menyimpan cairan asam dalam wadah makanan dan minuman.


Kemudian, lindungi wadah penyimpanan dari sumber panas seperti sinar matahari an sumber api. Taruhlah di dalam suhu kamar dengan ventilasi baik. 


HSE atau K3 Penggunaan Asam di Laboratorium

Asam merupakan zat korosif yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain apabila terkena kontak langsung. Oleh karena itu, sebelum masuk ke laboratorium asam diperlukan pemahaman terkait kesehatan dan keselamatan kerja sebagai berikut.


a. Peralatan 

  • Kacamata pengaman

  • Jas lab

  • sarung tangan nitril

  • penutup kaki

  • sepatu

  • Lengan tyvek


b. Engineering Control

  • Lemari asam

  • Pelindung

  • Bangku bahan kimia

  • Bangku aliran laminar

  • Stasiun pengisian ulang


c. Persyaratan Pelatihan

Persyaratan ini diajarkan untuk melakukan cleaning sebelum dan sesudah menggunakan laboratorium. 

  • Kebersihan kimia

  • SOP Clean Labs ICP-MS

  • SOP Milli-Q

  • SOP Pipet

  • SOP Pelindian Asam Plastik


d. Perlengkapan Darurat

Dibutuhkan untuk mengatasi tindakan darurat apabila asam mengenai kulit.

  • Obat cuci mata

  • P3K

  • Pancuran keselamatan

  • Perlengkapan tumpahan


Pentingnya Simulasi tentang Penanganan Asam di Laboratorium

Simulasi penanganan asam diperuntukan untuk mempelajari cara menggunakan bahan kimia yang ada di laboratorium. Terkhusus adalah penggunaan asam yang dapat membahayakan manusia. 

Tujuan dari simulasi adalah mengajarkan staff laboratorium bagaimana cara memakai alat pengaman, cara mencampurkan senyawa asam, serta melakukan antisipasi apabila terjadi kecelakaan kerja. Serta cara membuang limbah asam dengan aman,


Apa yang harus Dilakukan jika Terkena Asam?

Dalam pekerjaan, bisa saja Anda terkena cairan asam secara sengaja maupun tak sengaja. Maka dari itu, perlu adanya tindakan tepat agar tidak membahayakan sekitarnya.


Berikut ini adalah tindakan yang dapat dilakukan apabila terkena zat asam berdasarkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja Universitas Diponegoro.


  1. Praktikan melaporkan setiap kejadian kecelakaan (tertumpah, pecah) atau cedera (tertusuk, terbakar) kepada staff laboratorium. 

  2. Jika bahan kimia asam mengenai mata atau kulit, segera basuh mata atau kulit pada air yang mengalir setidaknya 20 menit. Segera teriak memanggil dosen atau asisten untuk mendapatkan perhatian.

  3. Jika tubuh terkena percikan bahan kimia, segera buka jas laboratorium kemudian mandi pada shower di tempat yang tersedia..

  4. Jika bahan kimia terhirup, segera bawa korban ke udara terbuka.

  5. Jika tertelan bahan kimia yang bersifat asam, segera hubungi dokter yang ada bila korban merasa tidak sehat.

  6. Berikan susu pada korban, minta dia minum, jika tidak ada berikan air putih sebanyak mungkin (3/4 gelas)

  7. Minta korban berkumur dengan susu.

  8. Jika bibir dan lidah terbakar cairan asam, basuh dengan air.

  9. Kumur olesi dengan 2% larutan sodium bicarbonate.

  10. Selalu gunakan pipet untuk menyedot larutan, jangan pernah memipet dengan mulut.

  11. Jika luka bakar ringan : masukkan bagian yang terkena pada air dengan atau  campuran es dan air, berikan merkurokrom atau iodine pada luka bakar, jika berkembang menjadi infeksi kirim ke dokter.

  12. Jika luka bakar serius misal terkena api, beritahu dokter luka bakar untuk segera mendapatkan perawatan. 

  13. Bila terkena glassware yang pecah segera bersihkan luka dengan iodine,jika luka kecil tutup luka dengan plester luka. Jika luka berdarah terus, hentikan pendarahan dengan menekan kebawah menggunakan kapas steril, rujuk korban ke perawat atau dokter. 

  14. Jangan memegang pecahan glassware dengan tangan terbuka. Gunakan sikat dan lap untuk membersihkannya.

  15. Taruh pecahan glassware pada tempat sampah khusus.

  16. Bila ada bahan kimia yang tumpah serap bahan kimia yang tumpah menggunakan bahan penyerap zat kimia (mintalah chemizorb pada petugas laboratorium). Diamkan 30 menit. Bersihkan dan buang pada tempat sampah khusus untuk bahan kimia.

  17. Bila terkena arus listrik, misal korban memegang elemen listrik dengan tangan basah, sebelum melakukan apapun putuskan arus listrik pada panel utama,hubungi dokter yang ada, jika korban sesak nafas, pijat jantung dan berikan nafas buatan.


Asam merupakan senyawa yang dapat membahayakan Anda apabila tidak ditangani dengan tepat, Melakukan prosedural dan memakai APD merupakan langkah sederhana untuk meminimalisir kecelakaan.


Hati-Hati saat Menangani Asam

Menangani asam perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan bahaya untuk diri kita sendiri.


Andaikan terkena asam, jangan lupa lakukan prosedur yang telah dipaparkan di artikel ini.


Stay safe!


58 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page